BANDA ACEH — Pemerintah Gampong Neuheun terus menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi kawasan pedesaan berbasis kelestarian ekologi. Hal ini ditandai dengan kunjungan silaturrahmi Keuchik Gampong Neuheun, Sofiyan, ke Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh, pada Rabu (16/9/2026).
Keuchik Sofiyan diterima langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., bersama Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah gampong dan perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan serta potensi lokal yang dimiliki Gampong Neuheun. Upaya penguatan kolaborasi ini juga menjadi akselerasi nyata dalam mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Langkah percepatan tersebut berfokus pada SDGs Desa Poin 13 (Desa Tanggap Perubahan Iklim) dan SDGs Desa Poin 15 (Desa Peduli Lingkungan Darat) melalui tata kelola wilayah yang berwawasan lingkungan dan berbasis riset.
Keuchik Sofiyan menegaskan bahwa kemitraan dengan kalangan akademisi merupakan kunci agar kebijakan pembangunan tingkat gampong memiliki dasar ilmiah yang kuat dan relevan dengan kebutuhan warga.
“Silaturrahmi ini kami harapkan menjadi pijakan awal untuk membangun sinergi yang konkret dengan Universitas Syiah Kuala. Gagasan dan masukan dari akademisi, terutama terkait pengelolaan lingkungan, sangat kami butuhkan agar perencanaan pembangunan di Gampong Neuheun dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” tutur Sofiyan.
Kehadiran Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK dinilai menjadi sarana krusial yang dapat menjembatani kepakaran ilmiah dengan realitas lapangan. Melalui riset terapan, edukasi, dan program pemberdayaan masyarakat, kolaborasi ini selaras dengan prinsip SDGs Desa Poin 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa). Pendekatan ini memastikan keberhasilan pembangunan lingkungan tidak hanya dibebankan pada pemerintah desa, melainkan melibatkan institusi pendidikan secara aktif.
Langkah Gampong Neuheun dalam membangun jejaring lintas sektor ini menegaskan komitmen desa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem. Dari komunikasi yang terbangun, peluang kolaborasi nyata kini terbuka lebar demi kemajuan Gampong Neuheun yang mandiri dan berwawasan lingkungan.


No responses yet