BANDA ACEH – Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL) Universitas Syiah Kuala (USK) dan UNICEF Indonesia secara resmi mengukuhkan komitmen kerja sama mereka untuk mengatasi tantangan air, sanitasi, dan higiene (WASH) di Indonesia. Tonggak kemitraan ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan webinar hybrid internasional bertajuk “Practical Insights in WASH for Environmental Management” pada Rabu, 25 Juni 2025.
Acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan organisasi global dalam mencari solusi bagi isu-isu lingkungan yang mendesak. Koordinator Program Studi MPL USK, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari misi utama program studi. “Kerja sama dengan UNICEF ini membuka jalan untuk membekali para mahasiswa dan praktisi kami dengan wawasan praktis dan mutakhir, sehingga mereka dapat berkontribusi langsung pada solusi inovatif permasalahan WASH,” ujarnya.


Pentingnya kemitraan ini juga ditegaskan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Hizir Sofyan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah fondasi utama untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Puncak dari komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Implementation of Arrangement (IoA) antara MPL USK dan UNICEF Indonesia, yang menandai awal dari berbagai inisiatif bersama di masa depan.
Sebagai wujud pertama dari kerja sama ini, webinar yang dipandu oleh Zhatoer Rayhan Qauvani, S.T., M.Ling tersebut menghadirkan diskusi mendalam dari para pakar UNICEF. Salathiel Nalli, Spesialis WASH dari UNICEF Indonesia, memaparkan studi kasus dan intervensi praktis di lapangan. Sementara itu, Yulian Gressando, S.T., M.Sc., Konsultan WASH UNICEF, mengupas kerangka kerja konseptual dan tantangan integrasi kebijakan WASH dengan adaptasi perubahan iklim.
Dengan demikian, webinar ini tidak hanya berfungsi sebagai forum ilmiah, tetapi juga sebagai platform peluncuran kemitraan strategis. Kolaborasi antara MPL USK dan UNICEF diharapkan dapat terus menghasilkan inovasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung pencapaian SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di Indonesia.




Baca juga di :
https://www.suarananggroe.com/berita-umum/76715420125/unicef-soroti-urgensi-sanitasi-di-aceh-capaian-nasional-jauh-dari-target?page=all
Comments are closed