Aceh Besar, 15 & 24 April 2025 — Dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan berbasis pesantren, Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL) resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Implementasi Agroekosistem Berbasis Smart Farming untuk Menunjang Kemandirian Pangan di Pondok Pesantren Aceh Besar.”
Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P, dan beberapa anggota tim diantaranya: Prof. Dr. Ir. Mahidin, S.T., M.T, IPM, Prof. Dr. Ir. Nasrul, S.T., M.T, Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP, MSc, Dr. Ir. Melinda, ST., M.Sc., ASEAN.Eng.,APEC. Engr, Dr. Ir. Muhibbuddin, M.Eng.IPM., ASEAN Eng., Dr. Dra. Sulastri, M.Si. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang menggandeng mitra dari Universitas Sumatera Utara (USU), dengan pelaksana mitra Dr. Ameilia Zuliyanti Siregar, S.Si., M.Sc., Ph.D. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Terpadu Tgk Eumpe Awee dan melibatkan kolaborasi aktif antara akademisi, pesantren, serta pemangku kepentingan lokal.

Program ini mengintegrasikan teknologi pertanian cerdas seperti sensor tanah, sistem irigasi otomatis, dan aplikasi pemantauan pertanian, dengan pendekatan agroekosistem berkelanjutan dan nilai-nilai keislaman. “Smart farming bukan sekadar teknologi, tapi cara berpikir baru yang efisien, adaptif, dan ramah lingkungan,” ujar Prof. Ichwana. Ia menambahkan bahwa melalui program ini, pesantren dapat menjadi laboratorium hidup yang mendidik santri tidak hanya dalam agama, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini turut melibatkan SMK PP Negeri Saree, melalui kehadiran Muhammad Amin, S.P., M.P., yang berbagi ilmu praktis tentang pertanian kepada para santri. Mereka diajak terlibat langsung dalam proses pembukaan lahan, penanaman awal, hingga pemasangan perangkat sensor dan sistem irigasi otomatis.
Ketua Yayasan Pesantren, Dr. Ansari Muhammad, S.Pt., M.Si, dan pimpinan pesantren, Ustaz Khairunnas, S.Pd., M.Ag, menyambut baik program ini. Mereka berharap konsep ini bisa menjadi model nasional bagi pesantren lainnya dalam mewujudkan kemandirian pangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.

Selain meningkatkan kecakapan teknologi di kalangan santri, program ini juga menanamkan nilai-nilai dakwah ekologis—mengajarkan cinta bumi, keberlanjutan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan lingkungan di masa depan.
sumber : https://analisaceh.wordpress.com/2025/05/08/sosialisasi-smart-farming-santri-aceh-besar-didorong-mandiri-pangan-dan-melek-teknologi/

Comments are closed