Banda Aceh, 19 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari alumni Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Zhatoer Rayhan Qauvani (No 58) berhasil terpilih sebagai salah satu dari 60 peserta Forest Youthverse Resilience Summit Wilayah Aceh Tahun 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Forest & Wildlife Resilience: Membangun Ketahanan Hutan dan Satwa Liar untuk Biodiversitas Aceh”, yang berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan, melindungi satwa liar, merespons berbagai risiko dan tantangan lingkungan, serta membangun ketahanan sosial-ekologis melalui kolaborasi dan aksi nyata di lapangan.
Forest Youthverse Resilience merupakan wadah pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi bagian dari gerakan pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Melalui program ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para praktisi dan pengelola kawasan konservasi, memahami berbagai upaya pelestarian hutan dan satwa liar, sekaligus membangun jejaring bersama pemuda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Keterpilihan Zhatoer Rayhan Qauvani dalam program tersebut menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan sekaligus mencerminkan semangat generasi muda dalam mengambil peran nyata terhadap isu lingkungan dan konservasi di Aceh.
Latar belakangnya sebagai alumni Magister Pengelolaan Lingkungan menjadi bekal penting dalam memperkuat perspektifnya mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya dalam membangun keseimbangan antara perlindungan ekosistem, keanekaragaman hayati, dan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Ketua Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian yang diraih oleh alumni MPL
“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada saudari Zhatoer Rayhan Qauvani atas terpilihnya sebagai peserta Forest Youthverse Resilience Summit Wilayah Aceh Tahun 2026. Pencapaian ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan dan menjadi bukti bahwa generasi muda, khususnya alumni kita, memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, hutan, dan keanekaragaman hayati.”
“Kami berharap pengalaman dalam program ini dapat menjadi ruang untuk terus belajar, memperluas jejaring, membangun kolaborasi, dan menghasilkan aksi nyata bagi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Teruslah menjadi generasi muda yang peduli, adaptif, dan berani mengambil peran dalam menjawab tantangan lingkungan di Aceh dan Indonesia.”
Menurut Prof. Dr. Ichwana, keterlibatan alumni dalam berbagai program lingkungan dan konservasi merupakan bagian penting dari kontribusi akademik yang dapat memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat. Pendidikan di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi yang mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi aksi nyata.
Program Forest Youthverse Resilience Summit Wilayah Aceh 2026 diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kapasitas untuk berkontribusi dalam pelestarian hutan dan satwa liar.
Bagi Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kontribusi alumni tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi terus berkembang melalui keterlibatan dalam berbagai gerakan dan program strategis di bidang lingkungan.
Selamat kepada Zhatoer Rayhan Qauvani. Terus belajar, terus bergerak, dan terus menjadi bagian dari generasi yang menjaga hutan dan biodiversitas Aceh.
Dari ilmu yang dipelajari, menuju aksi yang berarti. Dari generasi muda, untuk hutan dan masa depan Aceh.


No responses yet