Mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), Abotle Ralekwalo, menorehkan prestasi membanggakan dalam Festival Handai Indonesia (FHI) 2026 melalui kategori lomba berpuisi.

Abotle Ralekwalo merupakan mahasiswa internasional USK asal Botswana yang tampil sebagai salah satu finalis FHI 2026.

Abotle juga merupakan mahasiswa yang tercatat sebagai penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Ia menempuh pendidikan pada Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana USK.

Berdasarkan surat resmi Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Abotle tercatat sebagai satu-satunya finalis FHI 2026 dari Universitas Syiah Kuala. Ia mengikuti rangkaian Lokakarya Handai Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 18–23 Agustus 2026.

FHI merupakan ajang yang memberikan ruang bagi warga negara asing untuk menunjukkan kemahiran berbahasa Indonesia melalui berbagai cabang lomba, termasuk bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Pada FHI 2026, sebanyak 25 finalis dari 21 negara mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri atas penjurian babak final, lokakarya, dan widyawisata.

Dalam kategori pembacaan puisi, setiap peserta membacakan dua puisi berbahasa Indonesia. Satu puisi merupakan pilihan peserta dari daftar sepuluh puisi yang disediakan panitia, sementara peserta juga mengikuti rangkaian penilaian dan sesi tanya jawab bersama dewan juri mengenai puisi yang dibacakan.

Abotle memilih membacakan puisi “Wahai Pemuda Mana Telurmu” karya Sutardji Calzoum Bachri serta “Kupu-kupu di Dalam Buku” karya Taufiq Ismail.

Kemampuan Abotle membacakan karya sastra Indonesia di hadapan dewan juri menjadi gambaran menarik tentang bagaimana bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari sebagai bahasa komunikasi, tetapi juga dipahami melalui karya sastra, budaya, ekspresi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam kompetisi tersebut, Abotle berhadapan dengan peserta pembaca puisi dari sejumlah negara, antara lain Uzbekistan, Thailand, Australia, dan Kanada.

Penampilan Abotle juga mendapat perhatian karena ia tampil mengenakan busana tradisional Aceh. Busana tersebut menjadi simbol menarik dari proses pertukaran budaya yang berlangsung dalam kegiatan FHI 2026—seorang mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di Aceh sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan SPs USK, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Abotle.

“Prestasi Abotle menunjukkan bahwa mahasiswa internasional di Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berinteraksi dengan bahasa, budaya, dan kehidupan sosial Indonesia. Kami tentu sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian dan dedikasinya membawa nama Universitas Syiah Kuala dalam ajang nasional yang berskala internasional ini,” ujar Prof. Ichwana.

Menurut Beliau, pengalaman Abotle dalam FHI menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang lebih luas. Pendidikan tinggi tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, apresiasi budaya, kepercayaan diri, serta kemampuan membangun jejaring dengan masyarakat internasional.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi Abotle untuk terus berkembang sebagai akademisi dan profesional yang mampu menjembatani perbedaan budaya serta membangun kolaborasi lintas negara,” ujar Beliau.

Keikutsertaan mahasiswa internasional dalam kegiatan kebahasaan dan kebudayaan menunjukkan bahwa pendidikan dapat berlangsung melampaui ruang kelas. Pengalaman belajar melalui kompetisi, interaksi lintas budaya, penguasaan bahasa, dan komunikasi publik merupakan bagian dari pendidikan yang mendorong pengembangan kompetensi secara utuh.

Bagi USK, keberadaan mahasiswa internasional di lingkungan Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Laman resmi SPs USK sebelumnya mencatat Abotle Ronald Ralekwalo sebagai mahasiswa internasional asal Botswana bersama mahasiswa internasional lainnya yang mengikuti program di MPL.

baca juga di : https://tribunaceh6.wordpress.com/2026/08/22/mahasiswa-magister-pengelolaan-lingkungan-usk-abotle-ralekwalo-harumkan-nama-kampus-di-festival-handai-indonesia-2026/

Categories:

Tags:

Comments are closed