LHOKNGA, ACEH BESAR, Sebanyak 32 orang mahasiswa Program Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) dari Kelas Reguler, Kelas Kerjasama, dan Kelas Internasional melaksanakan kunjungan industri ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA). Pabrik semen yang berlokasi di Lhoknga, Aceh Besar ini menjadi tujuan utama dalam upaya program studi untuk mendekatkan mahasiswa dengan praktik nyata pengelolaan lingkungan di sektor industri, pada Selasa (23/6/2026).

Kunjungan industri ini diselenggarakan dengan rangkaian acara yang terstruktur. Kegiatan diawali pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh MC, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Safety Induction melalui pemutaran video prosedur keselamatan kerja di lingkungan pabrik. Sambutan mewakili pihak akademisi disampaikan langsung oleh Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Prof. Dr. Ichwana, ST., M.P. Sementara itu, pihak perusahaan menyambut hangat kedatangan rombongan melalui sambutan dari Bapak Tafaul Rijal selaku GA & Comrel Manager PT Solusi Bangun Andalas.

Dalam sesi pemaparan materi, pihak PT SBA menyajikan gambaran operasional dan komitmen lingkungan perusahaan secara komprehensif. Faraby Azwany memaparkan gambaran umum tentang PT Solusi Bangun Andalas, disusul oleh Nailus Sa’adah yang menyampaikan materi terkait strategi pengelolaan lingkungan di lingkup perusahaan. Selanjutnya, Almuzammil menyajikan presentasi mengenai program efisiensi energi yang telah diterapkan, dan Dewi Hawati menutup sesi pemaparan dengan menjelaskan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan PT SBA untuk masyarakat sekitar.

Antusiasme mahasiswa terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan kritis diajukan seputar teknologi pengendalian emisi, pengelolaan limbah B3, sistem manajemen lingkungan yang diterapkan, serta program pemberdayaan masyarakat. Sesi ini berhasil memberikan wawasan mendalam bagi mahasiswa mengenai tantangan nyata dan solusi yang dihadapi industri semen dalam memenuhi standar pengelolaan lingkungan hidup.

Puncak kegiatan ditutup dengan plant tour mengelilingi fasilitas produksi pabrik yang dipandu langsung oleh tim ahli PT Solusi Bangun Andalas. Mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung proses produksi semen mulai dari penerimaan bahan baku, proses pembakaran di kiln, hingga pengemasan produk akhir. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengamati langsung berbagai instalasi pengelolaan lingkungan yang diterapkan, termasuk sistem dust collector, pengolahan air limbah, serta area revegetasi dan penghijauan di kawasan pabrik.

Prof. Dr. Ichwana, ST., M.P., selaku dosen pendamping menyatakan bahwa kunjungan industri ini merupakan bagian integral dari kurikulum program magister yang bertujuan menjembatani teori akademik dengan implementasi nyata di lapangan. Beliau berharap mahasiswa dapat memperoleh inspirasi dan referensi aktual dalam penyusunan tesis maupun pengembangan karier mereka di bidang pengelolaan lingkungan.

Lebih lanjut, Prof. Ichwana juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pemahaman sains dengan nilai-nilai spiritual. Beliau mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup pada hakikatnya adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab iman.

“Refleksi dari Surah Al-A’raf ayat 56 dan Ar-Rum ayat 51 ini mengingatkan kita bahwa manusia memiliki tanggung jawab besar sebagai khalifah di bumi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Oleh karena itu, ilmu yang diperoleh para mahasiswa hari ini tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar nyata dalam menjalankan amanah Allah SWT untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Kunjungan industri ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan kemitraan antara Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK dengan PT Solusi Bangun Andalas. Melalui sinergi yang kuat antara akademisi dan industri, diharapkan akan lahir kolaborasi-kolaborasi produktif ke depannya, baik dalam bentuk penelitian terapan, magang mahasiswa, maupun program-program inovatif lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di Provinsi Aceh. Kehadiran mahasiswa dari tiga latar belakang kelas yang berbeda—Reguler, Kerjasama, dan Internasional—turut memperkaya dinamika diskusi dan perspektif dalam memahami isu-isu pengelolaan lingkungan global di tingkat industri.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *