PIDIE JAYA, 23 Juli 2026 — Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas di USK dan Universiti Malaya (UM), Malaysia, melaksanakan kegiatan International Community Service-Learning Program pada 22–26 Juli 2026. Kegiatan kemanusiaan dan akademik lintas negara ini diselenggarakan di Kabupaten Pidie Jaya dan Banda Aceh dengan menggabungkan aksi pengabdian masyarakat pascabencana, pertukaran budaya, serta pembelajaran interaktif.
Delegasi dari Universiti Malaya merupakan tim Kinabalu Volunteer’s International Project (KVIP) dari Kolej Kediaman Kinabalu (KK8), sebuah organisasi sukarelawan mahasiswa berbasis kolej kediaman. Mereka berkolaborasi aktif dengan mahasiswa USK yang melibatkan lintas disiplin ilmu, meliputi Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Fakultas Pertanian, FKIP, FMIPA, dan FISIP USK. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini dipusatkan di tiga lokasi terdampak banjir pasca-kejadian November 2025 lalu, yakni Gampong Husein, Gampong Blang Awe, dan Gampong Genteung yang berada di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, serta dilanjutkan dengan agenda interaksi bersama di Banda Aceh.

Program kolaborasi yang dipimpin oleh Encik Mizra Hilmi Bin Abu Bakar dari Universiti Malaya ini mengusung konsep service-learning, yaitu mengintegrasikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dengan proses pembelajaran langsung di lapangan. Melalui pendekatan ini, para mahasiswa dari kedua negara mendapatkan pengalaman berharga dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial dengan warga setempat maupun anak-anak di gampong dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, salah satu agenda utama yang dijalankan adalah pemberian dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas banjir. Melalui berbagai kegiatan edukatif seperti permainan kelompok, menggambar, bercerita, dan bernyanyi bersama, para mahasiswa mendampingi anak-anak untuk memulihkan rasa aman, kebahagiaan, serta rasa percaya diri agar mereka siap untuk kembali belajar dan beraktivitas normal.
Selain aspek psikososial, program ini juga berfokus pada upaya pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. Para peserta melakukan aksi penanaman pohon di kawasan konservasi sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem pascabencana. “Kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan pascabencana, sekaligus sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana berbasis ekosistem,” ujar Prof. Dr. Ir. Ichwana, S.T., M.P.
Rangkaian kegiatan internasional ini ditutup dengan sesi interaksi dan pembelajaran bersama antara delegasi Universiti Malaya dan mahasiswa USK di Banda Aceh, yang sekaligus memperkuat jejaring kerja sama akademik dan pengabdian masyarakat antar kedua perguruan tinggi.


No responses yet