Sabang, Aceh – Sebuah program daur ulang plastik yang signifikan tengah dilaksanakan di Kota Sabang melalui kolaborasi internasional. Inisiatif bertajuk “Transforming Waste into Wealth: Empowering Communities through Plastic Recycling” ini bertujuan mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai, seperti sofa, sekaligus memberdayakan masyarakat setempat. Program ini merupakan kerjasama antara Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) dan Faculty of Arts and Social Sciences, University Malaya.
Program ini dipimpin oleh akademisi termasuk Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. dan Prof. Ashfa dari USK, dan Prof. Rosmadi dari Universiti Malaya. Fokus utama adalah mengatasi masalah sampah plastik di Sabang melalui pengembangan produk daur ulang dan peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang terlibat aktif adalah lingkungan Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di di bawah pimpinan Tgk. Saiful Sabri. Inisiatif ini juga mendapat perhatian dan dukungan dari Usman Nasution, anggota DPRK Sabang.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dilibatkan dalam seluruh rantai proses, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku produk fungsional. Transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra internasional menjadi aspek penting dalam meningkatkan keterampilan teknis masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan pembuatan produk turunan.
Keberhasilan program “Transforming Waste into Wealth” di Sabang ini menunjukkan potensi solusi konkret terhadap permasalahan sampah plastik yang sekaligus dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya pengelolaan sampah yang efektif dan pemberdayaan komunitas. Program ini juga menggarisbawahi pentingnya kerjasama lintas sektor dan internasional dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sumber : https://analisaceh.wordpress.com/2025/05/25/ubah-sampah-jadi-sofa-kolaborasi-internasional-di-sabang-berdayakan-masyarakat-lewat-daur-ulang-plastik/

No responses yet