BANDA ACEH, 24 Juli 2026 — Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa dan penanggung jawab Kolej Kediaman Kinabalu (KK8) Universiti Malaya (UM), Malaysia, bersama mahasiswa serta alumni Magister Pengelolaan Lingkungan dan Duta USK di Balai Senat Universitas Syiah Kuala. Penyambutan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan International Service-Learning Program for Post-Disaster Recovery through Child Trauma Healing, Disaster Education, and Community Empowerment yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kota Banda Aceh.

Rangkaian program pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya penguatan ketahanan masyarakat pascabencana. Kegiatan yang dijalankan meliputi dukungan psikososial bagi anak-anak (trauma healing), edukasi kebencanaan, pemberdayaan masyarakat, pertukaran budaya, serta pembelajaran berbasis pengalaman bersama mahasiswa USK. Selain itu, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian lokal, tim kolaborasi juga menyerahkan bantuan berupa alat semprot (sprayer) elektrik serta mendistribusikan sejumlah paket bantuan logistik untuk tiga gampong terdampak di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

Pelaksanaan program internasional ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., melalui Asisten Administrasi Umum Sekdakab Pidie Jaya, Helmi, S.STP., M.Si., menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Syiah Kuala dan Kolej Kediaman Kinabalu Universiti Malaya yang telah memilih Pidie Jaya sebagai lokasi pengabdian internasional. Kehadiran mahasiswa dan dosen dari kedua universitas memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit setelah bencana, serta memperlihatkan bahwa kepedulian kemanusiaan tidak mengenal batas negara,” ujar Helmi membacakan pesan Bupati Pidie Jaya. Pihaknya juga berharap kerja sama ini terus berlanjut melalui program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Dukungan serupa disampaikan oleh Rektor USK saat menerima audiens delegasi di Balai Senat. Beliau mengapresiasi tinggi inisiatif kemanusiaan yang melibatkan lintas negara tersebut.

“Program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja dalam tim multikultural, serta memahami pentingnya kolaborasi internasional dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan dan lingkungan,” ungkap Rektor USK. Beliau turut berpesan agar kerja sama dengan Universiti Malaya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Malaysia dapat terus ditingkatkan dalam lingkup riset, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, hingga pembimbingan bersama (joint supervision).

Rangkaian agenda penutupan dilanjutkan dengan kunjungan edukasi dan pertukaran budaya ke KamiKITA Community Center di Aceh. Selama seluruh proses kegiatan berlangsung, rombongan didampingi oleh dosen pembimbing serta mahasiswa Program Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana USK yang bertindak sebagai fasilitator dan jembatan komunikasi budaya antara mahasiswa internasional dengan masyarakat lokal.

Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK, Prof. Dr. Ir. Ichwana, S.T., M.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat yang diintegrasikan dengan pengalaman belajar internasional.

Sementara itu, Ketua KVIP Universiti Malaya, Encik Mizra Hilmi Bin Abu Bakar, menyampaikan rasa terkesannya selama menjalankan aksi pengabdian di Aceh. “Kami belajar bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan semangat masyarakat, terutama anak-anak. Masyarakat Aceh menerima kami dengan sangat hangat, sehingga pengalaman ini akan selalu kami kenang,” tuturnya.

Inisiatif internasional ini memperkuat komitmen berkelanjutan USK dalam pendampingan pascabencana di Pidie Jaya, yang sebelumnya telah mencakup program pemulihan psikososial, pemberdayaan UMKM, penyediaan sarana air bersih, hingga penguatan masyarakat berbasis riset. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

baca juga di : https://tribunaceh6.wordpress.com/2026/08/01/rektor-usk-sambut-mahasiswa-kolej-kediaman-kinabalu-universiti-malaya-perkuat-kolaborasi-pengabdian-internasional-di-pidie-jaya/

Categories:

Tags:

Comments are closed